Juventus vs Atalanta

Juventus Taklukkan Perlawanan Atalanta

Juventus secara diatas kertas diunggulkan kala menghadapi perlawanan Atalanta di babak perdelapan final Coppa Italia, mampu melewati hadangan tersebut untuk menyegel ke fase 8 besar. Laga yang dihelat di Juventus Stadium itu berakhir dengan kedudukan 3-2 untuk keunggulan si Nyonya Tua.

Juventus vs Atalanta

Juventus sukses lewati hadangan Atalanta di babak 16 besar Coppa Italia

Dengan kemenangan tersebut, Juventus menyusul Napoli yang sehari sebelumnya mampu mengandaskan perlawanan Spezia dengan skor 3-1. I Bianconeri tinggal menunggu pemenang dari partai Milan melawan Torino yang baru akan dihelat pada hari Jumat dinihari nanti, untuk menjadi lawan di babak perempat final Coppa Italia.

Jalannya Laga Juventus vs Atalanta

Juventus yang bermain di depan para pendukungnya sendiri dan dengan kekuatan tim utama, termasuk Tomas Rincon yang melakukan debut untuk tim sebagai pemain starting eleven, langsung mengawali laga dengan intensitas tinggi. Namun, di menit-menit awal, justru Atalanta mampu memberikan perlawanan yang ketat.

Juventus vs Atalanta

laga antaran Juventus melawan Atalanta berjalan dengan sengit

Di menit ke 16, hampir saja Mario Mandzukic membawa timnya unggul satu gol. Penyerang asal Kroasia itu sukses menahan bola dengan menggunakan dadanya setelah mendapatkan umpang silang dari Stephan Lichtsteiner. Namun sayangnya tembakannya masih mengenai mistar gawang.

Tetapi, di kesempatan kedua yang didapatkan oleh Mandzukic pada menit ke 22, tak disia-siakannya untuk memberikan umpan sundalan ke Paulo Dybala yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Pemain berusia 23 tahun tersebut sukses mencetak gol dengan tembakan voli yang tak mampu dibaca oleh kiper lawan.

Unggul satu gol mampu meningkatkan mental para pemain I Bianconeri demi meningkatkan intensitas pertandingan. Alhasil, di menit ke 34, kini giliran Dybala yang memberikan umpan terobosan kepada Mandzukic. Mantan bomber Athletico Madrid itu mampu melesakkan tendangan keras ke arah yang tak mampu dijangkau oleh Etrit Berisha.

Skor 2-0 menutup akhir babak pertama. Memasuki interval kedua, Massimiliano Allegri memutuskan untuk mengistirahatkan pemain andalannya di lini tengah, Claudio Marchisio dan memasukkan Stefano Sturaro. Begitu pula dengan kubu tamu yang juga melakukan rotasi pemain dengan menarik keluar Abdoulay Konko dan digantikan oleh Jasmin Kurtic.

Kubu tuan rumah terus menguasai jalannya pertandingan hingga memasuki pertengahan babak kedua. Atalanta masih merasa kesulitan untuk menebus rapatnya lini pertahanan Juve yang dipimpin oleh Barzagli, walaupun aliran bola hingga ke area belakang lawan cukup lancar, namun terkendala akan penyelesaian akhir.

Laga memasuki menit ke 72, tim asuhan Gian Piero Gasperini mampu memperkecil ketertinggalan setelah Konko melesakkan tembakan melengkung dari sudut kotak penalti Juve dan tak mampu diantisipasi oleh Neto.

Namun momentum kebangkitan La Dea tersebut hanya bertahan selama tiga menit saja. Miralem Pjanic mampu kembali menjauhkan selisih gol menjadi 3-1 melalui titik penalti. Setelah wasit melihat pelanggaran yang dilakukan oleh Marco D’Alessandro terhadap Lichtsteiner.

Sembilan menit sebelum peluit panjang dibunyikan, gawang Neto kembali bergetar. Kali ini, Emmanuel Latte sukses meneruskan umpan manis dari Andrea Conti. Namun, skor 3-2 bertahan hingga paruh kedua berakhir.

Allegri: Momentum Kebangkitan Juventus

Manajer Juventus, Massimiliano Allegri menyatakan bahwa kemenangan melawan Atalanta di babak 16 besar Coppa Italia merupakan momentum kebangkitan tim. “Kemenangan ini menjadi momentum bagi kami setelah pada akhir tahun lalu kami harus takluk di partai final,” ungkap Allegri.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri ungkap kemenangan menjadi momentum kebangkitan Juventus

Pelatih berkebangsaan Italia itu menambahkan, bahwa timnya akan terus memperbaiki performa demi meraih sejumlah gelar di akhir musim. “Tentu kami akan meningkatkan kinerja tim agar mampu mengangkat trofi di berbagai ajang yang kami ikuti pada akhir musim nanti,” tutup mantan manajer AC Milan.